Widarto Sutrisno/Doktor Ilmu Teknik Sipil
Tujuh tahun menempuh studi doktoral di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan perjalanan hidup yang penuh dinamika—tentang ilmu, ketahanan, dan makna dari sebuah perjuangan. Periode 2019–2026 menjadi ruang belajar yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga menguji kesabaran dan keikhlasan.
Di awal masa studi, semangat belajar begitu menyala. Hari-hari diisi dengan membaca, berdiskusi, dan merancang arah penelitian. Namun, seiring waktu, saya memahami bahwa studi S3 bukan hanya soal kecerdasan, melainkan tentang ketekunan menghadapi ketidakpastian. Riset kerap tidak berjalan sesuai rencana; data harus diulang, metode disesuaikan, dan revisi datang silih berganti. Di situlah mental ditempa.
Tantangan besar hadir saat pandemi COVID-19 melanda, tepat ketika penelitian memasuki fase krusial. Benda uji yang saya kembangkan bukanlah skala kecil, melainkan sebuah rumah uji—struktur nyata yang tidak mungkin dimasukkan ke dalam laboratorium. Pengujian harus dilakukan di luar, namun halaman laboratorium tidak memungkinkan. Satu-satunya jalan adalah menunggu gudang lama dirobohkan. Sebuah penantian panjang yang mengajarkan kesabaran dalam arti yang sesungguhnya.
Ketika ruang itu akhirnya tersedia, pembangunan rumah uji dilakukan di tengah pembatasan waktu dan jumlah tenaga kerja. Semua harus diatur dengan cermat, bertahap, dan penuh kehati-hatian. Setiap progres kecil terasa sangat berarti, karena dicapai dalam kondisi yang tidak ideal. Di sisi lain, penelitian ini juga bertumpu pada dana pribadi yang tentu tidak “tak terbatas”. Setiap keputusan teknis sering kali harus selaras dengan kemampuan finansial.

Di sinilah saya merasakan pentingnya perencanaan yang matang—baik dari sisi teknis maupun pembiayaan. Perencanaan yang baik akan membuat langkah lebih terarah, sehingga energi bisa difokuskan pada substansi studi, bukan pada penyelesaian masalah yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal. Bagi yang memiliki kesempatan, kesiapan ini akan sangat membantu perjalanan studi menjadi lebih ringan.
Namun bagi saya, perjalanan ini berjalan dengan dinamika yang berbeda. Tidak semua dapat direncanakan secara sempurna. Ada ruang-ruang ketidakpastian yang harus dijalani dengan kesabaran. Dalam kondisi itulah saya memilih untuk tetap tersenyum, mengikuti alur yang digariskan Tuhan—meyakini bahwa setiap proses, seberat apa pun, pada akhirnya akan bermuara pada kebaikan.
Di balik itu, ada romantika rumah tangga yang ikut mewarnai perjalanan. Diskusi tentang prioritas, pengelolaan keuangan, hingga pengambilan keputusan menjadi bagian dari cerita yang tidak terpisahkan. Dukungan keluarga menjadi fondasi yang menguatkan setiap langkah.
Yogyakarta pun menjadi ruang jeda yang menenangkan. Kesederhanaannya mengajarkan bahwa di tengah tekanan besar, kita tetap bisa menemukan ketenangan dalam hal-hal sederhana.
Perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada lelah, ragu, bahkan keinginan untuk berhenti. Namun setiap kali jatuh, selalu ada alasan untuk bangkit. Hingga akhirnya, disertasi dapat diselesaikan—bukan hanya sebagai karya ilmiah, tetapi sebagai simbol dari perjalanan panjang yang penuh makna.
Bagi saya, studi S3 di FT UGM bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang proses menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bijaksana. Kepada mahasiswa aktif dan calon mahasiswa, perjalanan ini mungkin penuh tantangan, tetapi juga penuh pelajaran. Rencanakan dengan baik, siapkan diri seoptimal mungkin, dan ketika realitas tidak sepenuhnya sesuai rencana, tetaplah melangkah dengan keyakinan. Karena pada akhirnya, setiap langkah yang dijalani dengan sabar dan ikhlas akan menemukan jalannya menuju keindahan.
Luar biasa perjalanan 7 tahun Pak Widarto, salut atas ketekunan dan kesabaran Bapak melewati berbagai tantangan mulai dari pandemi hingga pembangunan Rumah Uji RISBA yang tidak mudah. Ceritanya sangat inspiratif dan mengingatkan bahwa studi doktoral bukan hanya soal kecerdasan tapi juga ketangguhan mental dan keikhlasan. Selamat atas gelar Doktornya, semoga ilmu dan perjuangannya membawa keberkahan dan manfaat yang luas!